Allah itu indah dan menyukai keindahan, yang tercakup dalam Kaligrafi itu bukan hanya manual tulisan Arab saja, tapi disana sudah tercantum ornament dan hiasan-hiasannya. Jika kita lihat keNegara-negara yang ada diTimur tengah rata-rata masjid yang ada disana menggunakan kaligrafi yang bertuliskan Ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Nabi.

FARISI


Khat Farisi
Khat ini – yang disebut juga dengan khat Ta’liq – adalah salah satu gaya dari khat Arab klasik, tidak bersyakal dan bertazyin.22 Sesuai dengan namanya, Farisi dikembangkan dan banyak digunakan di Persia (Iran). Style ini mengutamakan unsur permainan garis dengan sangat kuat. Terkadang tergores tebal, di saat lain tipis. Adanya ketidakseragaman goresan, menimbulkan kekontrasan yang menonjol pada sambungan huruf-hurufnya. Hal demikian menyeretnya kepada perbedaan yang sangat tajam dengan gaya-gaya khat lainnya. Namun, di sinilah letak keistimewaannya.
Khat Farisi banyak digunakan sebagai ornament eksterior masjid-masjid di Iran, cover buku, di samping kegunaan-kegunaan praktis lain.23 Selain di Persia, khat ini banyak pula dipakai di Pakistan dan India dalam kegiatan sehari-hari, seperti surat menyurat dan mengarang.

Di samping khat-khat yang telah disebutkan, masih banyak lagi ragam khat yang dipelajari di Lemka, seperti magibi, raihani, dan lain-lain. Namun, khat-khat yang disebutkan terakhir ini bukan pelajaran wajib yang harus dikuasai peserta diklat. Dalam hal ini, hanya sebatas mengenal jenis, bentuk dan karakter masing-masing serta bisa membedakan dan mengetahui fungsi serta kegunaannya.
Selain proses pembelajaran di kelas, Lemka juga memberikan latihan intensif di luar kelas berupa bimbingan individual dan kelompok, baik mengenai pendalaman materi yang diberikan di kelas maupun materi lain sebagai upaya pengayaan yang disesuaikan dengan minat dan kecenderungan potensi peserta kursus.
Kegiatan lainnya adalah mengadakan kajian yang komprehensif tentang wawasan keislaman secara umum dan seni budaya Islam melalui Forum Mubahasah yang diselenggarakan sekali dalam dua minggu.25
Seni telah bersentuhan dengan jiwa bangsa Iran semenjak dahulu kala sebagai warisan dari nenek moyang mereka bangsa Saman yang sebelum Islam menulis dengan khat Pahlevi. Gaya kaligrafi ini merupakan nisbah ke Pahle, suatu kawasan antara Hamadan, Isfahan, dan Azerbaijan.
Saat Islam menaklukkan negeri Persia, masyarakat Iran pun memeluk Islam sebagai agama baru mereka. Melalui pergaulan dengan masyarakat Arab muslim, orang-orang Iran mengganti tulisan Pahlevi degnan tulisan Arab yang kemudian mereka namakan khat Ta’liq. Pada waktu-waktu selanjutnya, lahir pula gaya-gaya khat yang lain seperti Nasta’liq dan Syikasteh. Terutama dua tulisan pertama, kerap disebut Farisi saja mengingat asal-usulnya dari Persia.


ShoutMix chat widget